Thanks A Bunch

After he bought me a new laptop with no reason, this time isn’t my birthday, not even our wedding anniversary or mother’s day or some other special things, he just gave me one and that’s make even bestest present ever, right?. And today, he drove me to the movie theater to let me have my own time, yes my very own time, and he came back home to take care of the boys. Oh how lovely…he is my man, the best man ever .

Oleh-Oleh Indonesia (3) ; Perokok Cilik

Namanya Aldi, umurnya 5 tahun. Dia tinggal di sebuah desa kecil nun jauh di sudut Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut bersama kedua orang tua dan dua orang kakak perempuan. Orang tuanya seorang petani penggarap. Entah bagaimana awal mulanya orang tua saya mengenal mereka, yang saya tahu ketika kepulangan kami ke Pameungpeuk bulan Juli lalu mereka ini datang ke rumah. Berinteraksilah kami dengan mereka.

Aldi mulai merokok ketika usianya 1,5thn. Tiba-tiba mengambil rokok milik bapaknya, terus mencoba dihisap dan keterusan menikmatinya. Tapi ketika umur 4 thn dia berhenti karena waktu itu sempat main ke sekolahan dan dia ditertawakan anak-anak sekolahan tersebut, lalu akhirnya berhenti karena malu. Tapi sejak kakak sulungnya menikah dia kembali merokok, itu beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang ke-5.

Orang tuanya bilang sudah cape melarang dan mencoba berbagai cara menghentikan dia merokok sampai bapaknya pun berhenti merokok tapi susah dan akhirnya menyerah. Kalau tidak dipenuhi dia bisa nangis seharian katanya lagi. Dua bungkus perhari, bisa dibayangkan kan? 2 bungkus perhari untuk seorang anak umur 5thn ck..ck…saya bungkam. Tidak punya kata-kata yang tepat untuk mengomentarinya. Hanya berbalik arah ke anak-anak kami dan memberikan informasi kepada mereka sedikit tentang rokok. Dan Insha Alloh mereka mengerti, mereka juga heran. Disini saja jarang melihat orang dewasa merokok, kok ini malah anak kecil, “just little spot of Indonesia”.

Oleh Oleh Indonesia (2)

Ketika datang ke US hampir 4 tahun lalu BB saya 52 kg, tapi waktu pulang kemarin itu jadi 59kg, tidak heran jika semua keluarga berkomentar “euleuh meni gendut” :D . Ya dimaklumlah kan punya bayi umur setaun dan masih menyusui (good excuse, isn’t it?:P).

Setelah 2 minggu di Bandung, saya pergi ke pasar mau beli kerudung, selesai urusan kerudung saya jalan2 di dalam pasar melihat-lihat. Mata tertumbuk ke satu baju atasan dari batik yang lucu, saya tanya ke penjualnya sambil menunjuk baju tersebut dan beliau menjawab “yang itu cuma ukuran kecil neng, S dan M saja, kalau yang besar mah warna lain“, oh jawab saya sambil berlalu. Masuk toko kedua, ada yang menarik disana, lalu saya raba dan tanya harga baju tersebut dan penjual menjawab “yang ini sekian, kalau buat Ibu mah XL harganya beda lebih mahal sedikit” ujarnya, sayapun berlalu karena ternyata yang XL itu tidak buka depan alias tidak bisa dipakai menyusui :D , bukan bukan karena tersinggung disebut ukuran besar :P . Akhirnya sampai pada toko ke-3, disana ada lagi yang menarik, tapi penjualnya bilang “ukuran XL mah nggak ada bu“, ck…ck…ternyata yah saya itu besar :D .

Dua bulan di Indonesia, waktunya pulang. Dibekali baju dan rok sama saudara dan saya juga belanja beberapa buah. Sampai disini, komentar pertama yang datang dari teman “lho kok ngurus, kenapa?”, kata yang lain “iya itu pipinya tidak kembung lagi” :D . Lalu melihat timbangan ternyata 54 kg sajah, pantes celana panjang dan rok yang dibawa dari Indonesia itu melorot, harus pake peniti deh. Mhhh The Magic of Indonesia rupanya. Lumayannnn.

Oleh Oleh Indonesia (1)

Kepulangan kami ke tanah air summer lalu benar-benar menjadi pengalaman indah untuk semua keluarga, terutama Raka dan Hanif. Dalam perjalanan pergi mereka tidak rewel karena excited akan pulang ke negaranya, bertemu keluarga besarnya. Disana sangat menikmati segalanya termasuk rasa sakit saat disunatpun berubah indah.

Kalau ditanya what is the best part about Indonesia,keduanya akan menjawab family, Alhamdulillah. Mereka juga jadi lebih aware bahwa mereka adalah Indonesian, belajar peta Indonesia, mencari tau interesting things about Indonesia dsb.

Salah satu hasilnya;

Suatu hari Raka sedang bersenandung American Anthem, baru belajar lagu itu di sekolahnya. Tiba tiba Hanif nggak mau kalah, bersenandung juga dia “Indonesia Raya….mhhh mhhhh.” dengan bangga dan Raka terdiam hihi.

Saya bengong dan terharu, lho siapa yang ngajarin? hehe rupanya mereka tau dari Encarta Kids. “Yes we are Indonesian Boy Aka” Hanif said .

Oleh Oleh Indonesia (1)

Kepulangan kami ke tanah air summer lalu benar-benar menjadi pengalaman indah untuk semua keluarga, terutama Raka dan Hanif. Dalam perjalanan pergi mereka tidak rewel karena excited akan pulang ke negaranya, bertemu keluarga besarnya. Disana sangat menikmati segalanya termasuk rasa sakit saat disunatpun berubah indah.

Kalau ditanya what is the best part about Indonesia,keduanya akan menjawab family, Alhamdulillah. Mereka juga jadi lebih aware bahwa mereka adalah Indonesian, belajar peta Indonesia, mencari tau interesting things about Indonesia dsb.

Salah satu hasilnya;

Suatu hari Raka sedang bersenandung American Anthem, baru belajar lagu itu di sekolahnya. Tiba tiba Hanif nggak mau kalah, bersenandung juga dia “Indonesia Raya….mhhh mhhhh.” dengan bangga dan Raka terdiam hihi.

Saya bengong dan terharu, lho siapa yang ngajarin? hehe rupanya mereka tau dari Encarta Kids. “Yes we are Indonesian Boy Aka” Hanif said .

Akhirnya, Barack Obama

Saya bukan pemerhati aktif, hanya mendengar sesekali, membaca yang tersaji, sampai kandidat president USA ini tinggal 2 orang, Barack Obama dan John McCain. Mulai membaca lebih banyak, mendengar lebih banyak tentang mereka dan kampanye-kampanyenya. Tapi saya tidak menentukan sikap, toh saya bukan warga negara, suara saya tidak berguna. Saya hanya punya pendapat, suka yang ini karena begini, dalam hati saja. Sampai suatu saat ngobrol dengan Mickey, beliau bilang “I wish Obama win, not just because he is from democrat and I’m a democrat too but because he is different” dan saya jawab “ya he is different”. Diajak ngobrol dengan teman lain “Ah I’ll vote for Obama, I feel just right to vote for him“. Dan ternyata disekeliling saya banyak penggemar Obama, suara-suara yang terdengar lebih banyak tentangnya. Dan pun termasuk suara kecili disini, di rumah ini :D .

Suatu hari Raka pulang sekolah membawa bahan obrolan tentang pemilihan presiden ini, dan dia bilang “I wish Obama win“, “but why?” tanya saya “because he ever lived in Indonesia, like me” alasan sederhana :D . Senin kemarin pulang sekolah membawa cerita lagi “I voted for Obama” dia cerita kalau dikelasnya mereka belajar tentang election dan praktek memilih presiden ini, menulis nama di kertas, tidak dibilang2 dan mengumpulkan kertas tersebut lalu dihitung suara siapa yang lebih banyak (jadi ingat pemilihan KM dulu ya), dan rupanya dikelas dia Obama yang mendapat suara terbanyak daripada McCain, “I think Obama gonna win, he is going to be the next president of USA” katanya pede.

Hari selasa, election day tidak ada sekolah. Pagi pagi dia sudah bertanya, siapa yang menang? kami jawab “not yet”. Siang diajak pergi, kami main cukup lama keluar rumah, di mobil dia ngomong lagi “ahhh why the result takes so long, ah doesn’t matter whoever win” menghibur diri karena tegang. Sore hari “so who is the winner ayah?” tanyanya kembali. “The latest vote is 8 PM, maybe the result around 9” jawab si ayah. Dia menyibukan dirinya dengan main, menulis, menggambar sambil terus meriksa jam. Jam 9 malam “Its 9 ayah, is there already result?” halah, 9.30 PM masih belum final dia makin tegang “all right maybe McCain would win” katanya putus asa sambil bersiap kecewa rupanya hehe. Karena hari ini sekolah, dia saya giring tidur. Lelap diantara kepenasaranan

Pagi hari ini bangun tidur dan sebelum sholat subuh dikasih tau kalau Obama win, “as you wish Raka” dia senyum bahagia. Itu kisah kecil di rumah ini berkaitan dengan Obama :D .

Siang hari Mickey telepon, ya kami berbincang tentang kemenangan ini. Beliau bilang “well I hope he can change America to be a good place for everyone to live“. Beliau juga bercerita kalau kemarin ketika di TPS banyak anak-anak muda yang vote dan banyak African-American juga yang vote yang selama ini jarang terlihat mereka ikutan vote.

Well for me just do’a, semoga membawa kebaikan dan maslahat bagi dunia, secara Amerika selama ini “mengatur” dunia.

Btw, saya suka Mrs. President lo

Setelah Sekian Lama, Maaf….

Tidak mudah ternyata menggerakan otak, ke hati lalu tangan untuk menulis. Karena tak cukup ingin dan niat saja rupanya. Butuh waktu, masa dan rejeki…halah ini mau ngomong apaan sih meni banyak kesana kemarinya hehehe…

Iya mau curhat saja. Pulang dari Indonesia ternyata saya menjadi tidak utuh, perasaan dan pikiran banyak tertinggal di negeri ituh, hulang huleng (mhh apa bahasa Indonesianya ya?) kerjaan saya teh. Sempat aplod poto di multiply sih, mayan walaupun belum usai juga cerita2nya. Lalu bertemu Ramadhan, duh makin tidak menentu hati, berandai2 Ramadhan di kampung halaman.

Setelah sebulan sampai disini, kami pindah apartemen, dari yang lama itu pindah ke seberang komplek, masih sama-sama punya kampus tapi ini lebih enakeun, dibawah, ada pintu depan belakang. Sayangnya colokan inet cuma satu dan wireless yang bebas jarang ada. Ya acara angkut2 juga lumayan menguras waktu dan tenaga, kami pindahan berdua saja tanpa bantuan orang lain, karena memang tidak minta bantuan siapapun, bulan puasa ah, kasian mana lexington sedang panas banget ketika itu.

Beberapa hari setelah pindah, ada tamu agung dari Amherst, kunjungan tahunan. Alhamdulillah masih disempatkan bertemu mereka kembali. Senang banget, 5 hari mereka disini. Semoga tidak sampai menunggu setahun kedepan untuk kami bertemu kembali.

Nini&aki pulang ke Amherst eh besoknya lebaran, tidak diduga karena gosipnya 1 syawal itu hari Rabu, dan rencananya keluarga Indonesia itu akan kumpul-kumpul setelah lebaran itu di apartemen kami. Jadi langsung deh bak bik buk masak dan beberes, dus2 barang yang masih ada segera disingkarkan.

Alhamdulillah, 30 September lebaran tiba di Lexington. Walaupun si ayah tidak bisa ikutan shalat eid karena beliau ngajar, tapi kami tetap berangkat ke gedung untuk sholat dijemput tetangga. Pulangnya langsung ke tempat kami berkumpul dan makan ketupat.

Jadi…mohon maaf lahir batin ya teman-teman, atas segala salah dan khilaf selama ini, Insha Alloh bukan kesengajaan. Dan semoga amal ibadah kita selama Ramadhan di terimaNYa juga kita diijinkan untuk bertemu dengan Ramadhan taun depan.

Maaf juga belum bisa berkunjung silaturahmi ke blog temans. Insha Alloh segera setelah kehidupan kembali normal :) .

Sudut kiri; Bapak-bapak

Sudut Kanan; Ibus dan Bapaks

PS: Teh Aida & Teh Yanti punten poto pameungpeuk belum di apload euy, ke nya hehe.

Kami Kembali

Alhamdulillah kami kembali kemari, sehat dan bahagia. Tentang mudik? ah disini senang disana senang, serasa menjadi orang kaya sedunia, banyak sodara, banyak teman. Pergi kesini sodara, kesana ada teman. Alhamdulillah…

Pengalaman yang indah. Perjalanan panjang, perjuangan yang melelahkan terbayar lebih dari cukup. Menghantarkan rindu yang membuncah, menjemput silaturahmi yang tertunda sekian lama. Orang tua yang tertatih melangkah dengan binar bahagia dimatanya merengkuh kami. Belahan jiwanya yang sempat tak tersentuh selama ribuan hari. Priceless, don’t you think?

Walaupun obrolan tidak saling dimengerti antara nenek/kakek dan cucunya, tapi bahasa cinta mereka miliki, bahasa yang sama. Usapan dan pelukan menjadi komunikasi yang indah diantara mereka. Semua rasa penat dijiwa raga luruh, hari esok tak terpikirkan yang ada saat itu, hanya ketika itu.

Dari satu tempat ke tempat lain kami kunjungi, menelusuri jejak jejak cinta dan silaturahmi. Lelah tidak menjadi hitungan berarti, yang ada suka cita. Hampir disetiap rumah yang disinggahi, tawaran mencicip Baso langganan selalu ada. Dengan suka hati kami tidak menolak tawarannya. Hingga si sulung bilang ” I can be a Baso’s monster”.

Teman datang silih berganti, dari jakarta atau depok yang khusus ke Bandung untuk menemui kami misalnya, bahkan dari Brebes juga Indramayu pun menyempatkan datang, Subhanalloh, betapa kekuatan silaturahmi begitu dahsyat. Semoga Alloh melimpahkan keberkahan kepada mereka.

Adakah sisi lain? ada…bukan bukan sakit. Kami sehat, alhamdulillah. Tapi gatal gigitan nyamuk yang akhirnya jadi koreng, macet lalu lintas yang kadang jadi membosankan, sampah yang berserakan yang sempat membuat si sulung jatuh terpeleset karena menginjak plastik basah bekas makanan. Juga gatal-gatal dikepala karena tertular kutu dari sepupu. Sepertinya sangat Indonesia sisi yang tak terpisahkan, untuk dinikmati saja bukan untuk dikeluhkan bukan?. Toh kini sisi itu sudah hilang juga…yang terbawa hanya kenangan manis, bekas rasa di dada dan di lidah.

Kini Kami kembali disini, menjauhi tanah air…

We will be back home soon or later…..

Cerita pembukaan dulu lah, masih termehek mehek belum rela untuk kembali :D

Terima Kasih atas support dan doanya selama ini…

Pamit Dulu Ahhhh

Insha Alloh dalam satu jam kedepan kami akan berangkat dari apartemen menuju bluegrass airport. Pesawat berangkat jam 5.50 am menuju chicago.

Mohon doanya dan mohon maaf lahir batin, sampai ketemu di tanah air, mudah2an ada rijki dipertemukan olehNYA. Kalau tidak, sampai ketemu kembali di udara

Bismillahirahmanirrahiimm

KJ 21, Sulungku

Kelompok Jatinangor 21 (KJ 21) adalah nama kelompok adik asuh yang sejarah berdirinya diawali dari kelompok KKN Fikom Unpad taun 1998 di desa Cikeruh Jatinangor Sumedang.
Kami,saya dengan 11 Fikomers lainnya mengawali dengan uang 150 rb dan 10 adik asuh. Uang itu diberikan untuk membantu meringankan biaya SPP adik yang kurang mampu.

Setelah acara KKN bubar, saya, Andi dan Elba (yang kelak diherani banyak kalangan karena menikah dengan sobat saya Jeng Yuyu :D ) mencoba melanjutkan dengan menjadikannya kelompok resmi di kampus, membuat propsal yang ditandatangin Camat Cikeruh, membuat kartu donatur juga membuat stempel.

Adalah Elba yang memberi nama KJ 21 ini. Kelompok Jatinangor, karena kelompok ini bergerak didaerah Jatinangor dan 21 karena Unpad berada di KM 21 Jatinangor. Sederhana tapi berarti banyak, dimiliki se Unpad :D .

Mulailah kami mencari donatur. Ditawarkan donatur tetap atau tidak tetap. Donatur tetap minimal menyumbang 1000/bulan, tidak banyak tapi sangat berarti untuk anak2 SD yg sppnya saat itu hanya Rp.2000/bln, tapi makin lama donatur makin banyak dan makin besar pula dana kami,sampai ada donatur terbesar,Danareksa. Dari 10 orang adik pun bertambah jadi 21 orang.

Programnya, membantu meringankan biaya sekolah adik asuh yang kurang mampu. SPP dan buku-buku pelajaran, serta setiap bulan kami jemput mereka untuk datang ke kampus atau ke kelurahan untuk berlajar dan bermain bersama, diberikan makanan bergizi dan bertemu dengan kakak kakak asuhnya. Pernah juga diajak ke Museum dan Kebun Binatang Bandung. O,ya kami bertiga mulai dibantu banyak teman. Ada yang khusus mencari donatur atau menagih tiap bulan (di koordinir Elba), ada yang membuat laporan keuangan setiap bulan lalu ditempel di sekitar kampus sebagai laporan kepada para donatur ( itu sayah) dsb.

Bagaimana kami mendapatkan adik asuh ini?
Saya berjalan ketiap sekolah di kelurahan Cikeruh meminta data anak yang kurang mampu kepada pihak sekolah. Setelah mendatangi sekolah dan mendapatkan nama-nama anak2nya, saya menemui keluarga mereka satu persatu, berbincang, melihat bagaimana kondisi mereka. Ah masa-masa itu indah sekali, berjalan dipematang sawah dari satu rumah ke rumah berikutnya, yang ada hanya angin dan suara burung. Atau kali lain berjalan menanjaki bukit diantara pohon-pohon umbi (Umbi Cilembu Lho :D ). Dan akhirnya pertemuan demi pertemuan dengan keluarga adik asuh ini saya lakukan rutin. Indah dan nikmat, spirit selalu terperbaharui. Alhamdulillah.

Sedih sekali kalo inget berbagai kisah keluarga adik asuh ini,

Satu anak laki-laki sangat cerdas yg hidup di sebuah gubuk (bener2 gubuk) dengan 2 kakak dan ibu, konon ayahnya di penjara karena kasus narkoba (Elba inget nggak? yang dia bilang Bang Elba kayak orang Arab haha)

Satu anak perempuan yang orangtuanya sama sekali nggak bisa baca tulis, ayahnya penjual minyak tanah keliling (Jumi, ini rumahnya disebelah kost-an kalian di cikuda lo)

Satu anak perempuan lain yang tinggal dengan seorang buruh cuci yg tidak menikah,konon anak ini ditemukan diteras warga dibungkus plastik masih berbalut darah,yang 2 minggu kemudian ibu kandungnya datang (ternyata seorang mahasiswi) mengakui itu anaknya dan menitipkannya dengan janji akan selalu dikirim biaya dan ditengok,tapi tak pernah ditepati. Dan anak ini selalu bertanya “anak siapa saya?”.

Satu anak laki2 yang ditinggal bapaknya kawin lagi.
Dan satu…satu…anak-anak lain dengan masing2 permasalahan yang membuat saya makin bersyukur dengan keadaan saya dan makin terpacu untuk membantu mereka.

Saya merasa turut serta dalam melahirkan KJ 21 ini, membesarkan, menuntunnya,menatihna. Selalu ada dalam hati nurani, sempat menjadi anak sulung saya, buah mata hati saya. Hidup saya sangat berarti dengan mereka. Kini, bulan Juni ini usianya sudah 10 thn. Hari ini mereka tegar dan kokoh berdiri sebagai salah satu Kelompok Kegiatan di Kampus Fikom Unpad Jatinangor, adik asuhnya sudah 40 orang, salah satunya hampir lulus SMA. Dan hari ini juga 17 Juni 2008 WIB, Kakak-kakak asuh merencanakan membawa adik-adik asuhnya ke TMII. Semoga lancar!

Betapa ingin berada disana bersama mereka…ah semoga sempat suatu saat kelak.

Tulisan ini dibuat dengan rasa syukur dengan apa yang dimiliki, dengan rasa kangen yang syarat pada adik-adik asuh itu, rasa terima kasih pada adik-adik Fikom unpad yag masih dengan ikhlas meneruskan langkah kami sampai usianya 10 Tahun…. bersemangat terus ya dik!!!

Kalau tulisan tentang Anak sulungnya Pak Barra mah bukan iklan, kalau ini bisa dijadikan Iklan hehe…bagi yang mau tau lebih banyak silahkan berkunjung ke FS-nya mereka di Sini.

Mba Ari…! Terima kasih sumbangannya waktu itu. Laporan keuangannya kemana harus dikirim?.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.