Category Archives: USA

Fun Fact about Library

Diambil dari buku Manners at the Library terbitan tahun 2005.

  1. In the United States (US) more people visit library than to the movies
  2. The US has more public library than Mc Donalds
  3. About 132.000 librarians work in US libraries
  4. The Library of Congress in Washington DC is the largest library in the world open 1800, has almost 530 miles (850 km) of shelves. Has 19 milion of books, 12 milion of photographs, and 5 milion of maps

Itu tahun 2005 datanya segitu, hebat. Tiga tahun kemudian jadi nambah berapa banyak ya?.

Tiga Tahun Sudah

Alhamdulillah, hari ini 14 Januari tepat 3thn kami tinggal di US. Dua setengah tahun di Massachusetts, setengah tahun di Kentucky. Dan baru 9 states dari 50 states yang sudah diinjaki hehe *emang niat menginjaki semua gitu?*.

Dalam kurun waktu 3 tahun ini banyak yang bertambah, umur, anak, pengalaman, kekayaan jiwa, teman, dulur, berat badan :P de el el. Tapi ada yang juga berkurang, cengkrama anak2 dengan nenek kakek, peluk hangat dan canda sepupu, paman, ua, bibi…..aahhhhh.

Coba ya sisi positip apa nih tinggal disini

* Ikatan keluarga makin kuat

Mungkin karena tidak ada “intervensi” ke dalam keluarga juga kurangnya interaksi dengan keluarga lain, hubungan kami dengan anak2 asik dan hanya ada satu aturan. Raka dan Ai juga sangat dekat, saling merindukan bila pisah, jarang berantem, kadang berantemnya malah karena salah satu ingin main dengan yang lain tapi si yang lainnya sedang ingin sendiri :D .

* Lebih Maju

Tinggal di negara maju, yang segalanya maju, jadi ikutan maju juga. Lebih dengat dengan dunia lewat Internet yang terakses 24 jam, lebih dekat dengan Ilmu, Insha Alloh dunia Akhirat, semoga. Mudah2an lebih maju dalam berfikir pun ya Bu…Pa…Insha Alloh :D .

* Lebih Ikhlas

Berawal dari ketidakbisaan bilang “no” dan selalu berusaha untuk “yes” walopun susah untuk dijalani dengan badan maupun hati. Misalnya diajak teman ke suatu tempat, tidak bisa pergi karena cape dan sedang ingin dirumah saja, tapi juga tidak enak kalau menolak jadi aja pergi padahal nggak dipaksa dan malah tidak menikmati juga. Hingga suatu saat, teman lain bilang begini “if you don’t want, that’s fine” atau pernah saya membuat alasan penolakan yang tentu sudah disusun dengan susah payah dan sang teman bilang “that’s ok, you don’t have to tell me the reason” atau “Lia, just say yes or no” :D . Dan apapun keputusan saya, ternyata mereka tetap respect, saya tidak merasa khawatir dibilangin “ah Lia mah teu gaul” atau “ah Lia mah gak mau temenan” dan sejenisnya. Dari sana saya mulai merasa nikmat ketika membuat keputusan apapun yang terkait dengan orang lain, rasanya tidak ada “kewajiban sosial”. Ketika kita ingin melakukan sesuatu benar2 urusannya hanya antara kita dan NYA. Dari hal sederhana itu akhirnya jadi merembet pula ke hal2 lainnya. Merasa Lebih ikhlas menjalani kehidupan, menyerahkan semua keputusan padaNYA, positif thinking padaNYA, jembar dan janglar kalo kata basa sunda mah. Alhamdulillah…pelajaran sangat berharga.

* Nambah banyak teman dan saudara

Tidak terhitung, alhamdulillah. Dulu di Amherst teman2 yang datang ke rumah banyak, orang Indonesia ataupun bukan, kini selalu tersambung, selalu ada tempat dihati. Sangat terasa kebaikan dan kedekatan hati dengan mereka, salah satunya *ketika saya sedang hamil dan konon katanya mau cireng dan kikil :D , sang temanpun dengan senang hati membuatkannya. (sambil kiceup2 ka orang west haven, nu sering2 punya kikil cup muach), dan tentu saja masih banyak yang lainnya.

* Bisa Berhemat

Mungkin awalnya karena selalu diconvert ke rupiah jadi we :D . Tapi alasan yang lebih masuk akal sih mungkin karena pemasukan yang cukup, sebagai seorang student yang bukan beasiswa, dan tidak bekerja ditempat lain. Ya cukup buat makan sajah, akhirnya mulai mengurangi hal2 yang tidak perlu. Beli karena butuh bukan karena ingin, sesekali sih bolehlah bu demi anaks hehe. Dulu di Bandung kan meusmeus ka BIP deui ka BIP deui nyari diskonan Cool tah, atawa ka gasibu tiap minggu jajan, atawa ka lavie si toko dan juga lo mienya. Kini, selama 2,5 thn di Amherst ke mall agak besar baru 2 kali itu juga diajak temen, disini 6bln belum pernah ke mall padahal tetangga sebelah :p. Makan? selalu masak, alhamdulillah lebih sehat, halal dan murah tapi gempor donggg hehe.

Euleuh ni panjang geuningan…ituh diantaranya saja deh….

Tiga Tahun Sudah

Alhamdulillah, hari ini 14 Januari tepat 3thn kami tinggal di US. Dua setengah tahun di Massachusetts, setengah tahun di Kentucky. Dan baru 9 states dari 50 states yang sudah diinjaki hehe *emang niat menginjaki semua gitu?*.

Dalam kurun waktu 3 tahun ini banyak yang bertambah, umur, anak, pengalaman, kekayaan jiwa, teman, dulur, berat badan :P de el el. Tapi ada yang juga berkurang, cengkrama anak2 dengan nenek kakek, peluk hangat dan canda sepupu, paman, ua, bibi…..aahhhhh.

Coba ya sisi positip apa nih tinggal disini

* Ikatan keluarga makin kuat

Mungkin karena tidak ada “intervensi” ke dalam keluarga juga kurangnya interaksi dengan keluarga lain, hubungan kami dengan anak2 asik dan hanya ada satu aturan. Raka dan Ai juga sangat dekat, saling merindukan bila pisah, jarang berantem, kadang berantemnya malah karena salah satu ingin main dengan yang lain tapi si yang lainnya sedang ingin sendiri :D .

* Lebih Maju

Tinggal di negara maju, yang segalanya maju, jadi ikutan maju juga. Lebih dengat dengan dunia lewat Internet yang terakses 24 jam, lebih dekat dengan Ilmu, Insha Alloh dunia Akhirat, semoga. Mudah2an lebih maju dalam berfikir pun ya Bu…Pa…Insha Alloh :D .

* Lebih Ikhlas

Berawal dari ketidakbisaan bilang “no” dan selalu berusaha untuk “yes” walopun susah untuk dijalani dengan badan maupun hati. Misalnya diajak teman ke suatu tempat, tidak bisa pergi karena cape dan sedang ingin dirumah saja, tapi juga tidak enak kalau menolak jadi aja pergi padahal nggak dipaksa dan malah tidak menikmati juga. Hingga suatu saat, teman lain bilang begini “if you don’t want, that’s fine” atau pernah saya membuat alasan penolakan yang tentu sudah disusun dengan susah payah dan sang teman bilang “that’s ok, you don’t have to tell me the reason” atau “Lia, just say yes or no” :D . Dan apapun keputusan saya, ternyata mereka tetap respect, saya tidak merasa khawatir dibilangin “ah Lia mah teu gaul” atau “ah Lia mah gak mau temenan” dan sejenisnya. Dari sana saya mulai merasa nikmat ketika membuat keputusan apapun yang terkait dengan orang lain, rasanya tidak ada “kewajiban sosial”. Ketika kita ingin melakukan sesuatu benar2 urusannya hanya antara kita dan NYA. Dari hal sederhana itu akhirnya jadi merembet pula ke hal2 lainnya. Merasa Lebih ikhlas menjalani kehidupan, menyerahkan semua keputusan padaNYA, positif thinking padaNYA, jembar dan janglar kalo kata basa sunda mah. Alhamdulillah…pelajaran sangat berharga.

* Nambah banyak teman dan saudara

Tidak terhitung, alhamdulillah. Dulu di Amherst teman2 yang datang ke rumah banyak, orang Indonesia ataupun bukan, kini selalu tersambung, selalu ada tempat dihati. Sangat terasa kebaikan dan kedekatan hati dengan mereka, salah satunya *ketika saya sedang hamil dan konon katanya mau cireng dan kikil :D , sang temanpun dengan senang hati membuatkannya. (sambil kiceup2 ka orang west haven, nu sering2 punya kikil cup muach), dan tentu saja masih banyak yang lainnya.

* Bisa Berhemat

Mungkin awalnya karena selalu diconvert ke rupiah jadi we :D . Tapi alasan yang lebih masuk akal sih mungkin karena pemasukan yang cukup, sebagai seorang student yang bukan beasiswa, dan tidak bekerja ditempat lain. Ya cukup buat makan sajah, akhirnya mulai mengurangi hal2 yang tidak perlu. Beli karena butuh bukan karena ingin, sesekali sih bolehlah bu demi anaks hehe. Dulu di Bandung kan meusmeus ka BIP deui ka BIP deui nyari diskonan Cool tah, atawa ka gasibu tiap minggu jajan, atawa ka lavie si toko dan juga lo mienya. Kini, selama 2,5 thn di Amherst ke mall agak besar baru 2 kali itu juga diajak temen, disini 6bln belum pernah ke mall padahal tetangga sebelah :p. Makan? selalu masak, alhamdulillah lebih sehat, halal dan murah tapi gempor donggg hehe.

Euleuh ni panjang geuningan…ituh diantaranya saja deh….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.