Category Archives: Lexington

Ramadhan di Lexington

Ramadhan pertama di Lex, dan Ramadhan ke 3 di US. Taun pertama di US, sepi-sepi sajah, paling beberapa kali buka bersama yang diadakan community, misal community turki, arabic. Taun kedua rame, ada masjid dekat serasa milik sendiri, tiap hari buka di Masjid, tiap hari kebagian masak nasi satu tray besar dan hampir tiap hari masak bala-bala :D ah sono…

Ini taun ke-3 dan pertama di Lex. Kegiatan sama seperti hari2 biasanya, hanya tiap weekend ada buka bersama. Tiap sabtu di Masjid Bilal alias Masjid jauh dan hari ahad di kelompok Jamiil (kelompok pengajian Indonesia).

Ada 11 keluarga Indonesia yang aktif di kelompok pengajian ini, semuanya sudah punya anak jadi kalo kumpul itu rame banget, yang anaknya 3 itu ada beberapa orang, yang anaknya 4 juga beberapa orang, alhamdulillah. Jadi keluarga besar kami perlu tempat yang besar untuk kumpul, alhamdulillah beberapa warga Jamiil sudah pada punya rumah besar, yang ber-apartement seperti kami cukup jadi tamu tidak bisa jadi tuan rumah, tidak muat tea. Makanannya pottluck, enak2 secara orang Indo di Lexington teh banyak yang jadi chef. Chef Hyatt aja ada 4 orang, chef restoran jepang juga, ah dijamin masakan apa aja enak, si sayah jadi kagak pede masak disini hehe. Dan pun sukanya kebagian bawa yang manis aja buat dessert, bikin cakelah atau kayak minggu kemarin bikin cantik manis, pernah bikin cake puding juga. Yang kalau di Amherst justru jarang bikin yang begituan.

Alhamdulillah lebaran tinggal beberapa hari lagi, kami sekeluarga juga menghitung hari menunggu tamu special, aki nini mau datang Insha Alloh.

Sudut Lexington di Suatu Sabtu Pagi

Satu Sisi Downtown Lex diambil dari Library

Public Libarary-nya keren

Sisi Lain Lex di Sabtu Pagi

Cari Sarapan di Tenda2
Saba Dayeuh yeuh???

Antara Amherst dan Lexington Part 1

Hari ini, 6 sept, tepat sebulan kami tinggal di Lexington,KY. Betahkah? siapa? saya? belum euy…masih terbayang2 Amherst, kadang masih tidak rela kudu meninggalkannya. Padahal rela tidak rela keadaan gak berubah ya, toh saya tetep disini di Lexington tea, si kota kuda. Bagaimana dengan Raka? Dia suka disini karena punya kegiatan baru sebagai kindergartener, temen baru, walaupun kadang2 pengen balik ke Amherst ketemu temen2nya. Kalau Ai sering banget minta balik kesana, disini dia gak sekolah baru taun depan karena masih 3 thn. Di Amherst malah kemarin itu buat fall 2007 dia sudah masuk di 3 sekolah tinggal pilih. Ayah kumaha? katanya disini etos kerja di kampus hebat, orang2 sumanget, tapi ayah sebagai TA di UK kerjaannya lebih banyak dibanding di Umass sanah tapi tak apa2 malah jadi ikut terbawa semangat lah ya walo teler.

Mari kita bandingkan Lexington dan Amherst berdasarkan pandangan kasat mata serta obrol2 dengan orang2 Indonesia yang sudah tinggal disini 5 thn sampe dengan belasan tahun

KotaLexington. City lah, rame, banyak gedung tinggi, jalanan kalo jam pergi dan pulang kantor macet, banyak pusat pertokoan, mallnya pun gede, hiruk pikuk, mirip Bandung walo tidak sepadat Bandung. Kotanya luas lah, terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Pokoknya ciri2 dan sifat kota ada disini. Sebuah kota di state miskin *katanya*, pelayanan publicnya kurang, playground misalnya, sederhana cenderung butut (dibanding Amherst lo ya), gak ada kolam renang atau water spray gratisan, (gratisan wae maunya:D). Penduduknya kurang mix, masing2 sajah. Public transportationnya gak banyak dan bayar.

Town Amherst, kecil mungil, aman tentram, gedung tingginya punya Umass doang hehe, mall hanya ada satu buat bbrp town, kecil pula. Cenderung tenang, rame kalo ada students doang. Karena walaupun town kecil tapi ada 3 Perguruan Tinggi yang cukup dikenal, penduduknya pun lebih educated, public service-nya ok, salah duanya ada Family Center, International Community Program. Penduduknya friendly, sapa dan senyum dimana2. Gaya kampung dikita lah, baik dan ramah :D . Dalam 2,5 thn saya disana bisa punya teman dekat banyaakkk…ihiks sonoooooo. Karena kota kecil fasilitas umum mudah dijangkau dan bisa naik bis, mudah dan gratis. Town kaya di state yang kaya.

Biaya Hidup
Lexington lebih murah sepertinya, terutama sayur dan buah. Pun dairy product, susu disini dibawah $3 se gallon di Amherst kalo sale aja segitu, harga normal bisa lebih dr $4 tergantung merk. Tapi kami gak beli susu atau cheese ada WIC, tapi WIC disini lebih sedikit dapatnya. Apartemen lebih murah, eh tapi gajinya pun lebih kecil deng. Sama ajah? nggak tetep masih terhitung murah disini. Harga bensin juga lebih murah, tapi harga mobil jauh lebih mahal disini hehe.

Bagaimana dengan toko asia? huhu jauh lebih lengkap Amherst. Sebut deh apaan, di Amherst mah ada :( . Kecap yang merknya, saya baru tau ada merk itu juga di USA, eh disana mah ada, malah ada keripik singkong made in Indonesia.

Tos ah sakitu heula secara umum we…

Perjalanan Hari ke 2

Hari ke-2 perjalanan dimulai dari hotel di kota Erie, Pennsylvania. Setelah sarapan dan leha2, jam 11 siang mulai jalan, kali ini menuju ke Columbus dulu, sekalian jalan mampir dan kopdar sama Tante Santi. Teman yang kenal pertamanya diblog, lalu telepon serta chatting. Beliau teh orang Bandung juga dan seangkatan si Ayah di kampus dulu, walopun gak sempat kenal dulu mah.

Dari Erie ke Columbus ditempuh 4,5 jam dengan 2 kali berhenti dijalan. Satu kali karena ade pengen mimi, kali kedua Ai yang pengen pup. Jalanan mulai rame karena sudah memasuki kota2 besar, juga masih banyak road work, jadi si tol teh sempit2. Tapi alhamdulillah lancar dan anak2 tetep bisa diajak kompromi. Sampai di Apt. Tante Santi jam 3.45, sholat, ngobrol, makan lalu lanjut lagi jalan jam 5.30, kali ini benar2 menuju Lexington.

Dengan berhenti 2 kali juga dijalan dan sempet kesasar dikit akhirnya 9.45 malem sampai di rumah keluarga Pak Syifyan. Karena apartemen kami belum bisa dimasuki jadi tinggal beberapa hari di keluarga yang baik hati ini. Rumahnya guede, halamannya luas ada segala macem taneman, ada kemangi, sereh, kacang panjang, tomat, kangkung dll, pokoknya pagi2 kalo mau masak tinggal ke belakang petak petik jadi deh itu makanan lezat, apalagi sang tamu teh orang sunda yang dikasih sambel tomat sama kemangi aja makannya gak berhenti2 hehe.
Raka Rai betah juga di rumahnya Pak Syifyan, ada Reiffa anaknya yang umur 10 thn, diajak maen terus juga berenang tiap hari di belakang rumah sampai gosong2 lah itu kulit. O,ya hari kedua kami di Lexington, keluarga Indonesia menyambut dengan bikin acara kumpul2 dan makan2. Mereka pada datang ke rumah Pak Syifyan. Duh senengnya…alhamdulillah.
Setelah 4 malem nginep di rumah Pak Syifyan, kami akhirnya pindah ke apartemen sendiri. Bismillah, memulai hidup baru di tempat baru semoga Barokah….
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.