Category Archives: Family "trip"
Tiga Tahun Sudah
Alhamdulillah, hari ini 14 Januari tepat 3thn kami tinggal di US. Dua setengah tahun di Massachusetts, setengah tahun di Kentucky. Dan baru 9 states dari 50 states yang sudah diinjaki hehe *emang niat menginjaki semua gitu?*.
Dalam kurun waktu 3 tahun ini banyak yang bertambah, umur, anak, pengalaman, kekayaan jiwa, teman, dulur, berat badan
de el el. Tapi ada yang juga berkurang, cengkrama anak2 dengan nenek kakek, peluk hangat dan canda sepupu, paman, ua, bibi…..aahhhhh.
Coba ya sisi positip apa nih tinggal disini
* Ikatan keluarga makin kuat
Mungkin karena tidak ada “intervensi” ke dalam keluarga juga kurangnya interaksi dengan keluarga lain, hubungan kami dengan anak2 asik dan hanya ada satu aturan. Raka dan Ai juga sangat dekat, saling merindukan bila pisah, jarang berantem, kadang berantemnya malah karena salah satu ingin main dengan yang lain tapi si yang lainnya sedang ingin sendiri
.
* Lebih Maju
Tinggal di negara maju, yang segalanya maju, jadi ikutan maju juga. Lebih dengat dengan dunia lewat Internet yang terakses 24 jam, lebih dekat dengan Ilmu, Insha Alloh dunia Akhirat, semoga. Mudah2an lebih maju dalam berfikir pun ya Bu…Pa…Insha Alloh
.
* Lebih Ikhlas
Berawal dari ketidakbisaan bilang “no” dan selalu berusaha untuk “yes” walopun susah untuk dijalani dengan badan maupun hati. Misalnya diajak teman ke suatu tempat, tidak bisa pergi karena cape dan sedang ingin dirumah saja, tapi juga tidak enak kalau menolak jadi aja pergi padahal nggak dipaksa dan malah tidak menikmati juga. Hingga suatu saat, teman lain bilang begini “if you don’t want, that’s fine” atau pernah saya membuat alasan penolakan yang tentu sudah disusun dengan susah payah dan sang teman bilang “that’s ok, you don’t have to tell me the reason” atau “Lia, just say yes or no”
. Dan apapun keputusan saya, ternyata mereka tetap respect, saya tidak merasa khawatir dibilangin “ah Lia mah teu gaul” atau “ah Lia mah gak mau temenan” dan sejenisnya. Dari sana saya mulai merasa nikmat ketika membuat keputusan apapun yang terkait dengan orang lain, rasanya tidak ada “kewajiban sosial”. Ketika kita ingin melakukan sesuatu benar2 urusannya hanya antara kita dan NYA. Dari hal sederhana itu akhirnya jadi merembet pula ke hal2 lainnya. Merasa Lebih ikhlas menjalani kehidupan, menyerahkan semua keputusan padaNYA, positif thinking padaNYA, jembar dan janglar kalo kata basa sunda mah. Alhamdulillah…pelajaran sangat berharga.
* Nambah banyak teman dan saudara
Tidak terhitung, alhamdulillah. Dulu di Amherst teman2 yang datang ke rumah banyak, orang Indonesia ataupun bukan, kini selalu tersambung, selalu ada tempat dihati. Sangat terasa kebaikan dan kedekatan hati dengan mereka, salah satunya *ketika saya sedang hamil dan konon katanya mau cireng dan kikil
, sang temanpun dengan senang hati membuatkannya. (sambil kiceup2 ka orang west haven, nu sering2 punya kikil cup muach), dan tentu saja masih banyak yang lainnya.
* Bisa Berhemat
Mungkin awalnya karena selalu diconvert ke rupiah jadi we
. Tapi alasan yang lebih masuk akal sih mungkin karena pemasukan yang cukup, sebagai seorang student yang bukan beasiswa, dan tidak bekerja ditempat lain. Ya cukup buat makan sajah, akhirnya mulai mengurangi hal2 yang tidak perlu. Beli karena butuh bukan karena ingin, sesekali sih bolehlah bu demi anaks hehe. Dulu di Bandung kan meusmeus ka BIP deui ka BIP deui nyari diskonan Cool tah, atawa ka gasibu tiap minggu jajan, atawa ka lavie si toko dan juga lo mienya. Kini, selama 2,5 thn di Amherst ke mall agak besar baru 2 kali itu juga diajak temen, disini 6bln belum pernah ke mall padahal tetangga sebelah :p. Makan? selalu masak, alhamdulillah lebih sehat, halal dan murah tapi gempor donggg hehe.
Euleuh ni panjang geuningan…ituh diantaranya saja deh….
Tiga Tahun Sudah
Alhamdulillah, hari ini 14 Januari tepat 3thn kami tinggal di US. Dua setengah tahun di Massachusetts, setengah tahun di Kentucky. Dan baru 9 states dari 50 states yang sudah diinjaki hehe *emang niat menginjaki semua gitu?*.
Dalam kurun waktu 3 tahun ini banyak yang bertambah, umur, anak, pengalaman, kekayaan jiwa, teman, dulur, berat badan
de el el. Tapi ada yang juga berkurang, cengkrama anak2 dengan nenek kakek, peluk hangat dan canda sepupu, paman, ua, bibi…..aahhhhh.
Coba ya sisi positip apa nih tinggal disini
* Ikatan keluarga makin kuat
Mungkin karena tidak ada “intervensi” ke dalam keluarga juga kurangnya interaksi dengan keluarga lain, hubungan kami dengan anak2 asik dan hanya ada satu aturan. Raka dan Ai juga sangat dekat, saling merindukan bila pisah, jarang berantem, kadang berantemnya malah karena salah satu ingin main dengan yang lain tapi si yang lainnya sedang ingin sendiri
.
* Lebih Maju
Tinggal di negara maju, yang segalanya maju, jadi ikutan maju juga. Lebih dengat dengan dunia lewat Internet yang terakses 24 jam, lebih dekat dengan Ilmu, Insha Alloh dunia Akhirat, semoga. Mudah2an lebih maju dalam berfikir pun ya Bu…Pa…Insha Alloh
.
* Lebih Ikhlas
Berawal dari ketidakbisaan bilang “no” dan selalu berusaha untuk “yes” walopun susah untuk dijalani dengan badan maupun hati. Misalnya diajak teman ke suatu tempat, tidak bisa pergi karena cape dan sedang ingin dirumah saja, tapi juga tidak enak kalau menolak jadi aja pergi padahal nggak dipaksa dan malah tidak menikmati juga. Hingga suatu saat, teman lain bilang begini “if you don’t want, that’s fine” atau pernah saya membuat alasan penolakan yang tentu sudah disusun dengan susah payah dan sang teman bilang “that’s ok, you don’t have to tell me the reason” atau “Lia, just say yes or no”
. Dan apapun keputusan saya, ternyata mereka tetap respect, saya tidak merasa khawatir dibilangin “ah Lia mah teu gaul” atau “ah Lia mah gak mau temenan” dan sejenisnya. Dari sana saya mulai merasa nikmat ketika membuat keputusan apapun yang terkait dengan orang lain, rasanya tidak ada “kewajiban sosial”. Ketika kita ingin melakukan sesuatu benar2 urusannya hanya antara kita dan NYA. Dari hal sederhana itu akhirnya jadi merembet pula ke hal2 lainnya. Merasa Lebih ikhlas menjalani kehidupan, menyerahkan semua keputusan padaNYA, positif thinking padaNYA, jembar dan janglar kalo kata basa sunda mah. Alhamdulillah…pelajaran sangat berharga.
* Nambah banyak teman dan saudara
Tidak terhitung, alhamdulillah. Dulu di Amherst teman2 yang datang ke rumah banyak, orang Indonesia ataupun bukan, kini selalu tersambung, selalu ada tempat dihati. Sangat terasa kebaikan dan kedekatan hati dengan mereka, salah satunya *ketika saya sedang hamil dan konon katanya mau cireng dan kikil
, sang temanpun dengan senang hati membuatkannya. (sambil kiceup2 ka orang west haven, nu sering2 punya kikil cup muach), dan tentu saja masih banyak yang lainnya.
* Bisa Berhemat
Mungkin awalnya karena selalu diconvert ke rupiah jadi we
. Tapi alasan yang lebih masuk akal sih mungkin karena pemasukan yang cukup, sebagai seorang student yang bukan beasiswa, dan tidak bekerja ditempat lain. Ya cukup buat makan sajah, akhirnya mulai mengurangi hal2 yang tidak perlu. Beli karena butuh bukan karena ingin, sesekali sih bolehlah bu demi anaks hehe. Dulu di Bandung kan meusmeus ka BIP deui ka BIP deui nyari diskonan Cool tah, atawa ka gasibu tiap minggu jajan, atawa ka lavie si toko dan juga lo mienya. Kini, selama 2,5 thn di Amherst ke mall agak besar baru 2 kali itu juga diajak temen, disini 6bln belum pernah ke mall padahal tetangga sebelah :p. Makan? selalu masak, alhamdulillah lebih sehat, halal dan murah tapi gempor donggg hehe.
Euleuh ni panjang geuningan…ituh diantaranya saja deh….
Perjalanan Muktamar IMSA-MISG 2007
Jauh-jauh hari kami sudah berencana untuk ikutan acara tahunan IMSA (Indonesian Muslim Society in America), sudah mendapat semangat dari kiri kanan, maksudnya tetangga tetinggi orang Indonesia yang sudah biasa ikutan muktamar disini, juga dari milis. Kebetulan taun ini diadakan di Holiday Inn Fredercik Maryland, gak terlalu jauhlah cukup 8 jam saja drive tanpa bernapas hehe.
Tapi pas menjelang keberangkatan, si Ayah kok sakit, dan sakitnya lumayan tidak main2. Demam, lemes dan pusing banget katanya, sampai pas Idul Adha juga tidak kuat untuk pergi shalat sunat. Tapi beliau tetep yakin akan pergi sedangkan saya sangat tidak yakin dan sudah siap2 mengubur rencana. Hari Jum’at memastikan Teh Roro jadi mampir dulu kesini dalam perjalanan beliau menuju muktamar, kami malah ada undangan shalat ghaib karena ayahnya temen meninggal di Indonesia. Tetep masih santey, baru jam 10 malem ok, beberes baju sambil masak2 mau menyambut tamu, bari masak juga gak pede, menyiapkan makanan buat ahli masak gitu loh
. O,ya sempet menyiapkan topeng buat anak2 di madrasah di muktamar juga. Setengah satu baru tidur, semua hampir siap. Kl. Jam 2-an pagi Keluarga Keseharian datang, alhamdulillah diantara tidur ketemuan jadi serasa ngimpi deh, ketemu Kaka, Ibu dan Ayahnya selama ini kan dipoto saja liatnya.
Si Ibu hamil yang rajin masak ini malah bawain risoles dan saroja yang cantik pisan. Tak lama ngobrol, masuk kamar dulu istirahat mereka kan sudah menempuh 7 jam perjalanan ya?. Pagi2 sholat subuh, saya nyiapkan makan pagi menggoreng tempe yang tempenya baru mateng, dll sambil lanjut ngobrol, anak2 bangun salam2an, mereka malah main komputer, kaka ikutan noong hehe laki2 semuaaa euy.
Hari sabtu jam 9-an Tamu memulai perjalanannya kembali, mereka kan baru setengah jalan tuh, semangat pisan si Ibu hamil teh, salut deh. Kami mulai angkut2 barang ke mobil, beberes makanan, hampir setengah sepuluh berangkat. Bismillah….
Jam 8 malem baru sampai hotel, lama amattt, iyah euy. Dijalan itu banyak aral melintang hehe, anak2 yang bosen “Ibu why are we going there?” “Ibu, I got bored” dkk, si ade sering nangis2 pengen bobo sambil nenon, kan susah tuh mereka bertiga dibelakang jadi kalo ade nangis kudu berhenti, nenon dulu sambil dieyong baru disimpen lagi di carseat. Ditambah pernah nyasar karena ngisi bensin itu diluar jalur tol pas baliknya lagi salah2 ah dasar, malah pernah ditunjukin sama GPSnya jalan tercepat kembali ke jalur itu melewati gunung2 dulu, yang jalannya berkelok sempit pinggirnya jurang haduh alah, terus juga berkabut tebal banget sampai jalan tuh tidak keliatan hanya ngikutin lampu mobil didepan saja.
Tapi alhamdulillah akhirnya sampai sehat selamat ditujuan mengikuti acara muktamar yang seru.
Hari pertama, Minggu 23 Des
Setelah mengantarkan Aka (dikel umur 5-6 thn) dan Ai (dikel umur 3-4thn) ke kelas madrasah masing-masing, si Ibu dan Ade Ilman ikutan acara pembukaan, tapi gak lama da Ade mulai ahak ihik di strollernya, jadi nyamping ke ruangan musholla disebelah, eh malah ketemu sama Uni Riza sama Humairanya ya sudah kita berhahahihi dulu kopdar tea hehe tetep, datang Teh Roro ya lanjut kopdar kembali. Kok langsung akrab saja ya, ketemu di meja makan ngobrol, ketemu dijalan cuap cuap, ketemu di session acara hayoh lagi
.
Jam 12.15 anak2 dijemput dari madrasahnya, makan siang bareng. Ketemu Mba Anna dan Mba Dewi, mereka tinggal Massachusetts, saya kan alumnus
. Komentar Mba Anna “Liaaaaa kok gendut sih, bagus-bagus…Dewiii liat tuh si Lia gendut hehe kita ada temennya” dasar deh ah ketauan ajah hahaha.
Ketemu Intan setelah 5 bulan pisah, saling menjerit kangen dan Intan pun berkata “Mba kok gendut sih?” halah….ihiks memang secara 20 pounds belum hilang nih setelah lahiran, tapi masih imut kan ntan? hehe maunya tuh.
Jam 2 siang anak2 masuk kelas lagi, ortu ikutan session lagi kalo mau ikutan, kalo nggak juga ya terserah, tidur dikamar hotel, atau silaturahmi sama temen2 yang selama ini hanya tau nama saja di milis atau malah belanja belanji di bazaar.
Jam 4 sore anak dijemput kembali dari kelasnya, Raka sudah punya temen jadi lari kesana kemari maen di indoor playground waktunya shalat mereka barengan ke mushola, Ai maunya ikutan Aka sajah. Ibunya dikamar sambil sesekali ngecek the boys maen. Hari minggu malem jam 8.00 ada ied party buat anak2. Yang boys maen taekwondo sama pinata party, yg girls face painting dll. Emak2 ya ngerumpi lagi atuh
.
Hari ke-2, senin 24 Des
Hari ini Yaumun Nisa, Ibu2′s day. Dari Jam 9 pagi sampai jam 6 sore kegiatan khusus ibu2. Dapur, madrasah semuanya diurus bapak2. Ibu2 taaruf, ada materi parenting, session perawatan wajah, fotography atau pertahanan diri (taekwondo). Juga ada games. Seneng deh terbebas dari rutinitas, hanya cari ilmu, silaturahmi dan refreshing. Waktunya makan tinggal makan, dikasih snack pula lapis legit yang legit dll.
Eh iya hari itu sempet ketemu Netta sama Attarnya, mereka tinggal tidak jauh dari tempat muktamar jadi bisa janjian sama Teh Roro, jadi saya juga ikutan ketemuan. Alhamdulillah nambah lagi temen yah. Hari ini si ayah sempet Volunteer dikelasnya Ai 2 jam sajah.
Hari ke-3, Selasa 25 Des
Hari ini session2 materi seperti biasa, anak2 juga ke madrasah. Saya bolak-balik ke madrasah, dan ke ruangan materi sama ke kamar juga ngecek si ayah.
Malem terkahir acara muktamar ada persembahan dari anak-anak, lucu2 ajah, hebatlah mereka bisa tampil secara latihannya cuma 3 hari disela2 kelas madrasah mereka. Alhamdulillah terharu dan membanggakan.
Malemnya, Uni Riza dan the girls pulang kembali ke NYC. Kami rencananya mau ikutan rombongan tour di Washington DC setelah acara penutupan Muktamar.
Rabu 26 Desember, acara penutupan.
Teh Roro sekeluarga sudah pamitan dari hotel, kami masih di hotel menikmati sarapan pagi, pamit2 sama temen2 cipika cipiki maaf2an dan ada acara seru terakhir, lelang makanan dari dapur. Beberapa karung beras, berbungkus2 mie, sayur, ayam mentah dan mateng, kecap dll semuanya dijual murah, dananya kembali buat Imsa. Yang paling seru pas rebutan kurupuk aci yang bulet putih itu, pada lari ngambil sambil ketawa2 tea Ibu2 rame, si sayah gak keburu ngambil da berdiri agak jauh, cuma gigit jari aja, tapi tiba2 ada ibu2 disamping “eh gak kebagian? dari mana rumahnya, jauh nggak?” saya jawab “uh jauh banget bu di Lexington KY, 10 jam drivenya juga” hehe “oh ya udah ini ambil aja, saya orang sini kok gampang dapatnya sih” alhamdulillahhhh akhirnya berhasil bawa sebungkus kerupuk isi 10 biji ituh.
Dari lelang itu saya beli ayam mateng 2 bks, jahe kl 5lbs $2, bawang putih yg sudah dikupas setengah toples gede cuma $1 sajah, air minum botol buat dijalan isi 48 botol kecil $2. Lumayan hehe serunya itu lo tidak terbeli.
Jam 11 siang hari Rabu itu, mulai konvoi ke KBRI 45-an dari hotel, hujan dan dingin. Saya di drop di depan KBRI sama Ade, Ayah, Aka dan Ai cari parkiran yg akhirnya malah nyasar lama lagi baru kembali dan parkir di halaman KBRI, sebelumnya gak dibuka tuh. Mungkin karena dingin dan ujan2an Aka masuk angin di KBRI sempet muntah atuh jaket dan baju kena, untung ada punya Ai dan masih muat. KBRInya dingin katanya Heaternya mati
. Di KBRI sholat dan disuguhi makan siang, nasi goreng, bihun goreng bersama kurupuknya. Dari situ lanjut ke White House area. Hujan tak jua berhenti malah kayaknya nambah deres. Kami cari parkiran alhamdulillah dapat di yang bayar, terus ke museum African art dari situ jalan ke Museum Air and Space bagus, seru sayang gak tenang karena parkir max 2 jam sajah. Dari situ gak kemana2 lagi, dingin hujan pula, bawa payung satu, kasian anak2 mending pulang ke hotel saja deh, lumayan liat2 gedungnya dari mobil saja. Masa Emaknya yang pengen jalan2 yang jadi korban anak2
. Semoga ada masa suatu saat, enggak juga gpp yang penting sudah melihat walopun dari jauh juga itu si gedung2 penting di amerika
O,ya kami memperpanjang nginep di hotel semalam, lumayan murah kok harganya, karena masih diberi harga muktamar. Jam 6.30 sore masuk hotel, makan, istirahat. Raka dan Ai masih sempet maen sama temen2nya yang juga nambah semalam. Jam 11 mereka baru tidur.
Besoknya, Kamis, 27 Des kembali pulang ke Lexington alhamdulillah. Perjalanan pulang ini anak2 gak rewel, karena sudah bersenang2 di muktamar dan akan kembali ke rumahnya sendiri, jadi setiap menitnya dijalan itu dinikmati.
Banyak pengalaman bagi kami ikutan the first muktamar ini. Walopun tidak sempurna tapi ya kesempurnaan hanya milikNya, biarkan itu menjadi kekayaan pengalaman kami. Silaturahmi yang tidak akan tergantikan dengan apapun terjelang indah, Ilmu dari materi2 yang disajikan walopun tidak mengikuti sempurna juga mengingkatkan diri pada tugas dan kewajiban sebagai muslimah dan emak. Anak2 bertemu dengan saudara muslimnya dan juga belajar dan berkegiatan Islami. Alhamdulillah, semoga jika masih disini kami bisa ikutan muktamar2 selanjutnya.
Sayang ya fotonya tidak bisa ditampilkan, menyusul aja deh. Kameranya masih belum kembali juga. Kalau mau liat foto2nya di Teh Roro ada, di temen2 yang ikutan muktamar juga banyak tuh
.